Sabtu, 05 Desember 2015

Pertama Kali Ke Jawa

FIRST TIME TO JAVA ISLAND
edisi bandara
Sedihnya di hari pertama ke pulau jawa namun harus berangkat sendiri tanpa seorangpun yang menemani. Bermodal pengalaman yang "nol" atau tidak ada, saya berangkat dengan penuh keyakinan.

The First Experience at Hasanuddin Airport Makassar
Sekalipun sebelumnya, tidak pernah menaiki pesawat membuat saya tidak tahu apapun tentang penerbangan. Berangkat menuju bandara sekitar jam 4 pagi dan diantar oleh ayah tercinta. Tiket menunjukkan keberangkatan akan dimulai jam 6.59 dan memerintahkan untuk check in sejam sebelumnya. Mulai diriku masuk ke dalam bandara, ku perlihatkan tiket kepada petugas, lalu dipersilahkanya diriku masuk. Setelah itu, tidak tahu apa lagi yang harus diriku perbuat. Kulihat sekitar, banyak irang yang menunggu dengan duduk tenang dibeberapa bangku yang tersedia. Maka, akupun ikut duduk tepat di depat jam didinding bandara. Dengan tenang, aku hanya menunggu tibanya pukul 06.59 WITA. Terasa ngantuk dan dingin waktu itu. Tiba-tiba, ada seorang ibu yang duduk disampingku, lalu bertanya, "Mau kemana dek?" tanya ibu. Lalu aku jawab "Mau ke Surabaya Bu, Ini lagi nunggu panggilan check in, tapi belum dipanggil-panggil juga, padahal udah jam 06.30". Lalu ibu itu kaget dan tertawa kecil, ibu itu berkata "Dek, nunggu itu bukan di sini, di sini tempat untuk check in, langsung saja check in di sana.. hehehe, cepat keburu telat!". Akupun ikut tertawa dan segera lari cepat menuju tempat check in. Setelah itu, karena kebingungan, saya mengikuti saja orang yang juga ingin check in, dan melakukan apapun yang dia lakukan. Serasa nyontek saat ujian. Hehehe
Stelah check in, calon penumpang dipersilahkan menuju pintu 5 menunggu keberangkatan.
Dipintu 5, saya bingung, namun melihat banyak orang yang hanya duduk, maka diriku ikut duduk juga. Dengan meihat-lihat seluruh penjuru, membuat aku terkagum-kagum melihat bandara (maklum, pengalaman pertama) dan tepat di pintu masuk gate 5, aku melihat jadwal keberangkatan pesawat lion air menuju kota Surabaya. Hati ini mulai tenang dan terasa berdebar-debar jantung ini. Tepat pukul 06.49 seluruh calon penumpang dipersilahkan menuju pesawat. Tapi, tidak adanya pengalaman membuat saya hanya mengikuti setiap orang yang punya tujuan yang sama denganku. Tiket mulai diperiksa, tapi dengan heran, semua orang naik mobil bus, aku mulai bingung, namun tetap aku ikuti mereka. Dan ternyata, mobil tersebut mengantarkan diriku menuju pesawat. Karena sudah tau, dengan percaya diri saya langsung memasuki pesawat, karena penasaran dengan isi dan suasananya. Tiket kembali diperiksa oleh pramugari, saya masuk dan langsung memilih posisi yang paling nyaman buat saya. Dapat, kursi 11 paling samping dekat dengan jendela pesawat. Seluruh barang bawaan telah kusimpah dengan baik dan mengambil buku sebagai hiburan ketika pesawat lepas landas. Namun, tiba-tiba datang seorang wanita cantik, yang menghampiri kursiku dan aku merasa bahagia karena ada gadis cantik yang ingin duduk disebelah saya. Dia mulai bertanya, "Abang duduk disitu? Kok nomor kita sama?". Dengan heran saya menjawab, "Nomor apa yah mbak?". Si gadis mengatakan, "Nomor tiketnya bang, coba saya lihat tiketnya!". Lalu si gadis berkata. "Wah, salah nih bang, kursi abang yang paling belakang, bangku ke 39!". Sayapun kaget dan merasa malu waktu itu. Ini pesawat lian air yang aku tumpangi.
Dengan rasa malu, aku bergegas ke bangku paling belakang dan mengambil barang bawaanku juga. Ternyata hanya diriku sendiri yang duduk paling belakang. Mulai tertawa sendiri diriku mengingat kejadian barusan tadi.Pramugara dan pramugari mulai memperagakan keselamatan penerbangan. Karena baru melihat, saya dengan antusias memperhatikan mereka layaknya sedang menonton pertunjukan. Pesawat sedera siap landas, dan diriku semakin degdegan. Pesawat flying dan kekagumankupun menjadi-jadi. Seluruh pemandangan yang ada kuperhatikan dengan baik. Buku yang sebelumnya ingin ku baca, hanya ku pegang. Hingga sampai di bandara Juanda Surabaya, saya turun dari pesawat dan menunggu mobil datang. Tapi orang-orang hanya berjalan menuju tangga. Saya heran lalu berlari mengikuti mereka saja. Ternyata memang seperti itu. Tapi saya masih bingung karena koper belum saya ambil. Dimana yah? dengan herannya diriku, terus kuikuti penumpang yang bersamaku dipesawat. Karena terpampang arah menuju pengambilan koper, saya kemudian menikmati isi bandara Juanda Surabaya dan tidak mengikuti orang itu lagi. Sunggu indah dan luar biasa cantiknya isi bandara.
Ucap syukurpun kulakukan karena telah tiba dengan selamat. Seluruhnya bisa kejalani dengan tidak sebaik orang yang sudah biasa naik pesawat. Dari bandara Juanda Surabaya saya menikmati perjalanan di dalam bandara dan sesekali menghampiri store yang tersedia tapi tidak sampai membeli sesuatu.





SENANGNYA HATI 
KARENA TELAH BISA MERAIH PECAHAN MIMPI 
YANG KUMILIKI
BERHARAP SELURUH PECAHAN
BISA KURAIH MESKIPUN ITU MEMBUTUHKAN 
JIWA DAN RAGAKU UNTUK PENGORBANANNYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar